buku cikeas menjawab
Cikeas Menjawab-Satu lagi buku tandingan “Membongkar Gurita Cikeas” tulisan sosiolog George Junus Aditjondro dengan judul “Cikeas Menjawab !” dilempar ke pasar per 7 Januari 2010.Namun alumnus Jurusan Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta, Garda Maeswara selaku penulisnya membantah, jika penulisan dan penerbitan buku tersebut untuk mengkritik tulisan George.
Lantaran buku tersebut berisi soal tuduhan George serta bantahan dari pihak-pihak yang disebut-sebut George dalam bukunya. “Jadi hanya ingin menyajikan dua sudut pandang soal apa yang ditulis George pada masyarakat,” kata Garda, 25, saat ditemui di Kantor Penerbit Narasi di Perumahan Nogotirto Elok, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman, Kamis (7/1).
Garda yang mempunyai nama asli Lilih Prilian Ari Pranowo menjelaskan, bahwa buku tersebut berisi dua hal. Bab I-III berisi tentang kehebohan gurita Cikeas yang ditulis George, tentang George, juga motif tersembunyi di balik buku karya George tersebut.
Cover depan buku 'Cikeas Menjawab' di dominasi warna biru dengan gambar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang sedang duduk di kursi dengan tangan kanan mengepal. Di bawah kursi yang diduduki SBY, terdapat gambar kartun sejumlah orang kecil-kecil menopang dan menyangga kursi yang diduduki SBY.
Namun yang menarik, jika buku karya George bergambar gurita yang menyeramkan dengan mahkota raja Jawa, pada buku Karya Garda Maeswara ini yang ada hanya 6 ekor cumi-cumi. Dua ekor cumi-cumi itu ada yang menempel di lutut dan kaki SBY.
Masuk ke dalamnya. Buku ini terdiri dari 10 bab pembahasan dilengkapi dengan beberapa lampiran berisi susunan dewan pembina dan pengurus DPP Partai Demokrat. Ada pula lampiran Undang-Undang RI No 28 Tahun 2004 tentang Perubahan Atas UU No 16 Tahun 2001 Tentang Yayasan dan Peraturan Pemerintah RI No 63 Tahun 2008 Tentang Pelaksanaan UU Tentang Yayasan serta UU Partai Politik No 2 Tahun 2008.
Masing-masing bab memiliki judul Heboh Gurita Cikeas, Siapa George Junus Aditjondro?, Motif Tersembunyi di Balik Buku Membongkar Gurita Cikeas, Cikeas Menjawab, Keluarga Besar SBY, SBY dan Lingkungan Politiknya, Tim Sukses SBY, Jejaring Panas Kasus Century, Yayasan-yayasan Cikeas dan terakhir Apakah Setiap Penguasa Cenderung Korup?
Dari 10 bab itu, di bagian bab 2 atau di halaman 28-31, dibahas secara singkat biografi George mulai dari kelahirannya 27 mei 1946 di Pekalongan Jawa Tengah hingga pelariannya ke Australia tahun 1995 karena dikejar-kejar aparat rezim Soeharto.
Namun secara umum isi buku ini adalah semua ulasan yang pernah dimuat di berbagai media baik koran, televisi dan internet semenjak heboh buku Membongkar Gurita Cikeas. Hal itu juga terlihat dari daftar pustaka yang menjadi rujukan penulisan buku ini.
Indra Gunawan, manajer pemasaran Media Pressindo, mengatakan buku ini dicetak sebanyak 3.800 eksemplar. Sebanyak 3000 di antaranya akan didistribusikan di Jakarta dan sisanya di Yogyakarta.
"Kita belum ada rencana melaunching buku ini secara resmi. Tapi buku ini sudah kita distribusikan ke sejumlah toko buku," ujar Indra.
Namun yang menarik, jika buku karya George bergambar gurita yang menyeramkan dengan mahkota raja Jawa, pada buku Karya Garda Maeswara ini yang ada hanya 6 ekor cumi-cumi. Dua ekor cumi-cumi itu ada yang menempel di lutut dan kaki SBY.
Masuk ke dalamnya. Buku ini terdiri dari 10 bab pembahasan dilengkapi dengan beberapa lampiran berisi susunan dewan pembina dan pengurus DPP Partai Demokrat. Ada pula lampiran Undang-Undang RI No 28 Tahun 2004 tentang Perubahan Atas UU No 16 Tahun 2001 Tentang Yayasan dan Peraturan Pemerintah RI No 63 Tahun 2008 Tentang Pelaksanaan UU Tentang Yayasan serta UU Partai Politik No 2 Tahun 2008.
Masing-masing bab memiliki judul Heboh Gurita Cikeas, Siapa George Junus Aditjondro?, Motif Tersembunyi di Balik Buku Membongkar Gurita Cikeas, Cikeas Menjawab, Keluarga Besar SBY, SBY dan Lingkungan Politiknya, Tim Sukses SBY, Jejaring Panas Kasus Century, Yayasan-yayasan Cikeas dan terakhir Apakah Setiap Penguasa Cenderung Korup?
Dari 10 bab itu, di bagian bab 2 atau di halaman 28-31, dibahas secara singkat biografi George mulai dari kelahirannya 27 mei 1946 di Pekalongan Jawa Tengah hingga pelariannya ke Australia tahun 1995 karena dikejar-kejar aparat rezim Soeharto.
Namun secara umum isi buku ini adalah semua ulasan yang pernah dimuat di berbagai media baik koran, televisi dan internet semenjak heboh buku Membongkar Gurita Cikeas. Hal itu juga terlihat dari daftar pustaka yang menjadi rujukan penulisan buku ini.
Indra Gunawan, manajer pemasaran Media Pressindo, mengatakan buku ini dicetak sebanyak 3.800 eksemplar. Sebanyak 3000 di antaranya akan didistribusikan di Jakarta dan sisanya di Yogyakarta.
"Kita belum ada rencana melaunching buku ini secara resmi. Tapi buku ini sudah kita distribusikan ke sejumlah toko buku," ujar Indra.

Comments