Durian Kebon Gembong terbaik Senusantara Versi Trubus
Andalan Bupati Kendal itu memang luar biasa. Ketika dikirimkan ke tingkat nasional ia bertarung dengan 6 durian unggul dari daerah lain. Semua durian itu kondang di daerahnya masing-masing, kata Evy Syariefa, juri dari Trubus . Sebut saja salisun dan berayut. Durian kebanggaan Kabupaten Nunukan dan Kabupaten Bulungan, Kalimantan Timur, itu harus mengakui kelezatan gembong. Pun bhineka dari Kabupaten Purwokerto, Jawa Tengah. Dua durian dari Jepara, yaitu kalip dan gipah menyerah pada gembong karena bijinya kalah kempes.
Meski menjadi yang terbaik di antara saingannya, bukan berarti gembong lolos standar durian unggul. Dua tahun terakhir durian kita jelek. Itu karena musim hujan yang tidak teratur, kata Rudi Sendjaya, juri dari praktisi pemasaran buah-buahan. Dengan demikian, sebetulnya seluruh durian yang masuk sepanjang 2005 tak ada yang masuk standar nilai juri.
Namun, seluruh peserta tak usah berkecil hati. Durian andalan mereka tak tergolong unggul karena kendala musim. Misalnya, berayut dan salisun yang masuk ke meja panitia, kondisinya tak maksimal, tua tapi tak matang.
Berdasarkan pertimbangan itulah, pada LBUN kali ini tak ada juara 1 pada kategori durian. Empat juri sepakat hanya memberikan label harapan pada gembong. Itu yang terbaik di tengah musim yang jelek, ujar Rudi.
Teka-teki
Prestasi gembong meraih gelar harapan menyisakan teka-teki. Nama pengirimnya tertulis Suryat, tetapi catatan alamat tak jelas, hanya nomor telepon Dinas Pertanian setempat. Beruntung ketika dihubungi yang mengangkat Ir Asri Dwi Hartadi, kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Kendal. Ia mengatakan sebetulnya Suryat bukanlah pegawai Dinas Pertanian. Ia pemilik pohon yang kebunnya terletak 30 km dari pusat kota Kendal.
Lantaran penasaran, pada penghujung Januari -kala Kendal dan Semarang terendam banjir -Trubus berketetapan hati untuk melongok Desa Kebongembong, Kecamatan Pagaruyung, Kabupaten Kendal. Letaknya sekitar 22 km ke arah selatan dari pertigaan Pasar Weleri, Kendal. Perjalanan ke sana melewati jalan raya sempit rawan longsor yang berkelok menembus desa-desa di wilayah Pagergunung. Pagergunung ialah sebutan desa yang dipagari perbukitan di kiri-kanannya.
Teka-teki mulai terkuak ketika H Margono, kepala Cabang Dinas Pertanian Kecamatan Pagaruyung menyambut. Suryat, pemilik gembong sama dengan pemilik suryaliman, katanya. Suryaliman ialah durian yang pernah mengalahkan kumbokarno -durian legendaris di Kendal -di kontes durian lokal di Kendal pada 2002 (baca:Yang Tersisa dari Pertarungan Para Raja , Trubus September 2004). Karena itu sebetulnya di kalangan mania durian di seputaran Kendal dan Temanggung, nama Suryat dan Kebongembong sudah kondang.
Kebetulan matang
Sayang, Trubus tak berhasil menemui Suryat karena sedang ke luar desa. Toh, di sana ada Gunariyah, istri Suryat, yang tak kalah pengetahuannya tentang durian.
Menurut Gunariyah, sebetulnya gembong yang meraih juara harapan hanyalah salah satu dari durian andalan miliknya. Semuanya kebetulan saja. Saat lomba digelar di kabupaten, buahnya masak. Yang lain banyak yang lebih lezat, katanya. Ia mencontohkan suryaliman yang lebih tebal dan legit. Ia juga menyebut durian lain yang belum diberi nama.
Pohon gembong tegak menjulang di tengah kebun seluas 1 ha di Kampung Gajahan, Desa Kebongembong. Tingginya mencapai 50 m dengan lingkar batang 2 pelukan orang dewasa. Jarak pohon gembong hanya 100 m dengan pohon suryaliman. Menurut Gunariyah, pohon berumur 53 tahun itu tetap produktif. Setahun bisa 300 -350 buah, ujarnya. Bobot rata-rata setiap buah 3 -3, 25 kg. Kulit buah gembong lebih hijau ketimbang suryaliman yang agak kuning.
Tak ada yang tahu pasti penanam gembong. Saya hanya merawat tanaman warisan, ujar Gunariyah. . Ia menduga Darno, kakeknya, yang menanam durian di kebun. Darno lalu mewariskan kepada Taru, ayah Gunariah. Meski demikian, ia lebih percaya durian di kebunnya ada sejak zaman Belanda.
Gembong yang kini umurnya belum terlalu tua ialah keturunan dari durian di kebunnya yang telah berumur ratusan tahun. Pengamatan Trubus, walau berumur tua pohon-pohon durian di kebun itu relatif terawat. Maklum, setiap habis masa panen semua pohon dipupuk NPK di sekeliling tajuk. Pestisida pun diberikan sejak bakal buah muncul. Caranya juga unik, seorang pemanjat naik ke atas pohon dan menyemprotkan buah satu per satu dengan botol sprayer.
Incaran mania
Menurut Drs Soedjarwo, kepala seksi Pengembangan Produksi Hortikultura Dipertan Kendal, durian dari Kebongembong yang pernah menjadi juara tingkat kabupaten kerap menjadi incaran para mania. Pemilik pohon tak perlu repot-repot menjual. Pembeli dari Kendal dan Temanggung datang sendiri. Itu juga tak sembarangan karena harus pesan, ujarnya.
Pesanan yang datang pun tak hanya berupa buah. Sejak setahun terakhir Gunariah memproduksi bibit karena mania durian juga mencari bibit. Profesi saya bertambah, pekebun dan penebas durian sekaligus penangkar. Hitung-hitung belajar memperbanyak, tuturnya. Pada tahap pertama, Gunariyah berhasil mengokulasi 200 bibit gembong dan 300 bibit suryaliman. Bibit berumur 6 -8 bulan itu kini siap diangkut mania durian yang datang.
Penasaran dengan gembong, sang juara harapan? Sempatkanlah waktu Anda pada musim durian tahun depan. Harumnya durian bakal tercium sejak Anda melewati jalan sempit yang menembus wilayah Pagargunung. Buktinya, jebakan banjir dan macet selama 6 jam sepanjang jalur Semarang -Kendal seolah terobati kala Trubus menikmati sang juara harapan. (Destika Cahyana)
sumber: http://www.trubus-online.co.id/members/ma/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&cid=6&artid=152
note: Suryat is my neighbour wetan omahku, asline sih sedulur. Tapi kemarin (fovember_seingat penulis) istrinya(Gunariyah) meninggal (so sad) karena gantung diri _ kata suryat. tapi masih menyisakan teka-teki karena dianggap tidak wajar(terlalu rendah buat gantung, bekas luka tidak melngkar, etc_ sumber: bapakku dhewe, soale sing nggotong kui mayit. mungkin kalau polisi lebih aktif dan profesional bisa lebih jelas apa memang benar-benar bunuh diri atau karena hal yang lain, sakit mungkin? atau apa kek? ora nyambung karo duren malahan. oh ya sekalian promosi: kalau mau pesen durian asli kebon gembong bisa lewat saya terima pesanan plus antar kalau lagi musim(namanya juga buah musiman) harga bersaing kualitas gak usah ditanya lagi.

Comments
anton: bener iku, ora mutu pmrintahe...nko nek aku dadi presiden (doakan ya,,,) tak gawe perkebunan durian bon gembong 50 hektare, trus tak import..sugih aku...huahahhaaa....
bagus bagus...untung ada yg suka baca majalah trubus..
tp sng tak gmuni kok nganti juara ya!
congratulation 2 u